Makalah Dasar Kurikulum

PROGRAM KURIKULUM DALAM KEGIATAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

 

BAB 1

PENDAHULUAN

Pembahasan mengenai kurikulum tidak mungkin dilepaskan dari pengertian kurikulum, posisi kurikulum dalam pendidikan, dan proses pengembangan suatu kurikulum. Pembahasan mengenai ketiga hal ini dalam urutan seperti itu sangat penting karena pengertian seseorang terhadap arti kurikulum menentukan posisi kurikulum dalam dunia pendidikan dan pada gilirannya posisi tersebut menentukan proses pengembangan kurikulum.Ketiga pokok bahasan itu dikemukakan dalam makalah ini dalam urutan seperti itu.

Pembahasan mengenai pengertian ini penting karena ada dua alasan utama. Pertama, seringkali kurikulum diartikan dalam pengertian yang sempit dan teknis. Dalam kotak pengertian ini maka definisi yang dikemukakan mengenai pengertian kurikulum kebanyakan adalah mengenai komponen yang harus ada dalam suatu kurikulum. Untuk itu berbagai definisi diajukan para akhli sesuai dengan pandangan teoritik atau praktis yang dianutnya. Ini menyebabkan studi tentang kurikulum dipenuhi dengan hutan definisi tentang arti kurikulum.

Alasan kedua adalah karena definisi yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh para pengembang kurikulum. Pengertian sempit atau teknis kurikulum yang digunakan untuk mengembangkan kurikulum adalah sesuatu yang wajar dan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan oleh para pengembang kurikulum. Sayangnya, pengertian yang sempit itu turut pula mnyempitkan posisi kurikulum dalam pendidikan sehingga peran pendidikan dalam pembangunan individu, masyarakat, dan bangsa menjadi terbatas pula.

Pembahasan mengenai posisi kurikulum adalah penting karena posisi itu akan memberikan pengaruh terhadap apa yang harus dilakukan kurikulum dalam suatu proses pendidikan. Tidak seperti halnya dengan pengertian kurikulum para akhli kurikulum tidak banyak berbeda dalam posisi kurikulum. Kebanyakan mereka memiliki kesepakatan dalam menempatkan kurikulum di posisi sentral dalam proses pendidikan. Kiranya bukanlah sesuatu yang berlebihan jika dikatakan bahwa proses pendidikan dikendalikan, diatur, dan dinilai berdasarkan criteria yang ada dalam kurikulum. Pengecualian dari ini adalah apabila proses pendidikan itu menyangkut masalah administrasi di luar isi pendidikan. Meski pun demikian terjadi perbedaan mengenai koordinat posisi sentral tersebut dimana ruang lingkup setiap koordinat ditentukan oleh pengertian kurikulum yang dianut.

Pembahasan mengenai proses pengembangan kurikulum merupakan terjemahan dari pengertian kurikulum dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan dalam bentuk berbagai kegiatan pengembangan. Pengertian dan posisi kurikulum akan menentukan ap yang seharusnya menjadi perhatian awal para pengembang kurikulum, mengembangkan ide kurikulum, mengembangkan ide dalam bentuk dokumen kurikulum, proses implementasi, dan proses evaluasi kurikulum. Pengertian dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan menentukan apa yang seharusnya menjadi tolok ukur keberhasilan kurikulum, sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan.

BAB II

ISI

A. Prinsip-prinsip yang Digunakan Dalam Pengembangan Kurikulum

1.   Pengertian Prinsip Pembangunan Kurikulum

Secara gramatikal, prinsip berarti asas, dasar, keyakinan dan pendirian.  Dari pengertian ini tersirat makna bahwa kata prinsip menunjuk pada suatu hal yang sangat penting, mendasar, harus diperhatikan, memiliki sifat mengatur dan mengarahkan, serta sesuatu yang biasanya selalu ada atau terjadi pada situasi dan kondisi yang serupa.  Pengertian dan makna prinsip ini menunjukan bahwa prinsip itu memiliki fungsi yang sangat penting dalam kaitanya dengan keberadaan sesuatu.  Melalui pemahaman suatu prinsip, orang bisa menjadikan sesuatu itu lebih efektif dan efisien.  Prinsip juga mencerminkan hakikat yang dikandung oleh suatu,baik dalam dimensi proses maupun dimensi hasil, dan bersifat memberikan rambu-rambu atau aturan main yang harus diikuti untuk mencapai tujuan secara utuh.

Esensi dari pengembangan kurikulum adalah proses identifikasi, analisis, sintesis, evaluasi, pengambilan keputusan, dan kreasi elemen-elemen kurikulum.  Jika proses pengembangan kurikulum ingin berjalan secara efektif dan efesien, maka para pengembang kurikulum harus memperhatikan prinsip-rinsip pengembangan kurikulum, baik yang bersifat umum maupun khusus.

Selain dari pada itu, adanya berbagai prinsip pengembangan kurikulum merupakan suatu ciri bahwa kurikulum merupakan suatu area atau suatu lapangan studi (field of study) tersendiri.

2.  Macam-macam Sumber Prinsip Pengembangan Kurikulum.

Ada emapat sumber prinsip pengembangan kurikulum, yaitu : data empiris (empirical data), ata eksperimen (experiment data), cerita/ legenda yang hidup di masyarakat (folklore of curriculum), dan akal sehat (common sense) (Oliva, 1992:28).  Data empiris merujuk pada pengalaman yang terdokumentasi dan terbukti efektif, data eksperimen menunjuk pada temuan-temuan hasil penelitian.  Data hasil temuan penelitian merupakan data yang dipandang dijadikan prinsip dalam pengembangan kurikulum.

Semua jenis data tersebut dapat digunakan atau dimanfaatkan bagi kegiatan pengembangan kurikulum sebaai sumber prinsip yang akan dijadikan pegangan.

3.  Tipe-tipe Prinsip Pengembangan Kurikulum.

Pada dasarnya, tipe-tipe prinsip pengembangan kurikulum merupakan tingkat ketepatan (validity) dan ketetapan (realibility) prinsip yang digunakan.  Hal ini ada kaitanya dengan sumber-sumber dari prinsip pengembangan kurikulum itu sendiri.

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa diklasifikasikan menjadi tiga tipe prinsip , yaitu : anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh (whole truth), anggapan kebenaran parsial (partial truth), dan anggapan kebenaran yang masih memerlukan pembuktian (hypothesis).  Anggapan kebenaran utuh adalah fakta, konsep dan prinsip yang diperoleh serta telah diuji dalam penelitian yang ketat dan berulang, sehingga bisa dibuat generalisasi dan bisa diberlakukan di tempat yang berbeda.

Anggapan kebenaran parsial, yatiu suatu fakta, konsep dn prinsip yang sudah terbukti efektif dalam banyak kasus, tetapi siftnya masih belum bisa digeneralisasikan.  Anggapan kebenaran yang masih memerlukan pembuktian atau hipotesis yaitu prinsip kerja yang sifatnya tentatif.  Prinsip ini muncul dari hasil deliberasi, judgement dan pemikiran akal sehat.  Pada dasarnya kesemua jenis tipe prinsip itu bisa digunakan.  Dalam praktik pembangunan kurikulum, biasanya kesemua tipe prinsip itu digunakan.

4.   Macam-macam Peinsip Pengembangan Kurikulum.

a.  Prinsip Umum.

Sukmadinata (200:150-151) menjelaskan bahwa terdapat lima prinsip umum  pengembangan kurikulum, yaitu “prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis atau efisiensi, dan efektivitas.”

i.              Prinsip Relevansi

Prinsip relebansi artinya prinsip kesesuaian.  Prinsip ini ada dua jenis yaitu relevansi eksternal (external relevance) dan relevansi internal (internal relevance).  Relevansi eksternal artinya kurikulum yang harus sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan msyarakat, baik kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang ada pada masa kini maupu kebutuhan yang diprediksi pada masa yang akan datang.

Sedangkan relevansi internal, yatiu kesesuaian antar komponen kurikulum itu sendiri.  Kurikulum merupakan suatu sistem yang dibangun oleh subsisten atau komponen, yaitu tujuan, isi, metode, dan evaluasi untuk mencapai tujuan tertentu, belajar dan kemampuan siswa.  Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang memenuhi syarat relevansi internal, yaitu adanya koherensi dan konsistensi atar komponen.

ii.              Prinsip Fleksibilitas

Prinsip fleksibilitas berarti suatu kurikulum harus lentur (tidak kaku), terutama dalam hal pelaksanaannya.  Pada dasarnya, kurikulum didesain utnuk mencapai suatu tujuan tertentu sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan tertentu.

iii.              Prinsip Kontinuitas

Prinsip kontinuitas artinya kurikulum dikembangkan secara berkesinambungan, yang meliputi sinambung antar kelas maupun sinambung antar jenjang pendidikan.  Hal ini dimaksud agar proses pendidikan atau belajar siswa bisa maju secara berkesinambungan.

iv.             Prinsip Prkatis atau Efisiensi

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan prinsip praktis, yaitu dapat dan mudah diterapkan di lapangan.  Kurikulum harus  bisa diterapkan dalam praktik pendidikan, sesuuai dengan situasi dan kondisi tertentu.  Oleh karena itu, para pengembang kurikulum itu akan digunakan.

Salah satu kriteria praktis itu adalah efiseensi, artinya tidak mahal alias  murah.  Hal ini mengingat sumber daya pendidikan, personel-dana-fasilitas, keberadaannya terbatas.  Murah di sini merujuk pada pengertian bahwa kurikulum harus dikembangkan secara efisien, tidak boros, dan sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki.

v.            Prinsip Efektivitas

Prinsip ini menunjukkan pada suatu pengertian bahwa kurikulum selalu berorientasi pada tujuan tertentu yang ingin dicapai.  Kurikulum merupakan instrumen ntuk mencapai tujuan.  Oleh karena itu, jenis dan karakteristik tujuan apa yang ingin dicapai harus jelas.  Kejelasan tujuan akan mengerahkan dalam pemilihan dan penentuan isi, metode dan sistem evaluasi, serta model konsep kurikulum apa yang akan digunakan.  Disamping itu, tujuan juga akan mengerahkan dan memudahkan dalam implementasi kurikulum itu sendiri.

Tugas dan tanggung jawab para pengembang kurikulum tersebut tidak akan sulit jika mengikuti prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.  Adapun kesepuluh prinsip (axioms) pengembangan kurikulum yang diajukan Oliva, yaitu :

a)      Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dan bahkan diperlukan.

b)      Kurikulum merupakan produk dari masa yang bersangkutan.

c)      Perubahan kurikulum masa lalu sering  terdapat secara bersamaan bahkan tumpang tindih dengan perubahan kurikulum yang terjadi masa kini.

d)     Perubahan kurikulum akan terjadi dan berhasil sebagai akibat (dan jika ada) perubahan pada orang-orang atau masyarakat.

e)      Pengembangan kurikulum adalah kegiatan kerja sama kelompok.

f)       Pengembangan kurikulum pada dasarnya adalah proses menentuan pilihan dari sekian alternatif yang ada.

g)      Pengembangan kurikulum adalah  kegitan yang tidak akan pernah berakhir.

h)      Pengembangan kurikulum akan berhasil jika dilakukan secara komprehensif, bukan aktivitas bagian per bagian yang terpisah.

i)        Pengembang kurikulum akan lebih efektif jika  dilakukan dengan proses yang sistematis.

j)        Pengembangan kurikulum dilakukan berangkat dari kurikulum yang ada.

Manfaat yang yang bisa kita ambil adalah prinsip umum pengembangan kurikulum menurut kedua ahli tersebut bisa dugunakan secara bersamaan karena akan saling melengkapi dan slaing menunjung.

b.  Prinsip Khusus

prinsip-prinsip pengembangan kurikulum khusus lainnya, yaitu  merujuk pada prinsip-prinsip pengembangan komponen-komponen kurikulum, yang mana antara satu komponen dengan komponen lainya memiliki prinsip yang tidak sama.  Prinsip pengembangan kurikulum khusus yang dimaksud adalah :

  1. Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan.

Perumusan tujuan pendidikan bersmber pada :

a)      Ketentuan dan kebijakan  pemerintah, yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokuumen lembaga negara mengenai tujuan dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan.

b)      Survei mengenai persepsi orang tua dan masyarakat lainya tentang kebutuhan mereka yang diperoleh melalui angket atu wawancara dengan mereka.

c)      Survei tentang pandangan para aklli dalam bidan-bidang tertentu, dihimpun melalui angket, wawancara, observasi, dan dari berbagai media massa.

d)     Survai tentang manpower (sumber daya manusia/tenaga kerja).

e)      Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama.

f)       Penelitian.

  1. Prinsip yang berkenan dengan isi pendidikan

Beberapa perimbangan yang perlu dilakikan untuk menentukan isi pendidikan/kurikulum, yatiu :

a)      Perlu penjabatan tujuan pendidikan, kurikulum dan pembelajaran ke dalam perubatan hasil belajar yang khusus dan sederhana.

b)      Isi bahan pelajaran harus meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan.

c)      Unit-unit kurikulum harus disusun dlam urutan yang logis dan sistematis.

  1. Prinsip berkenaan dengan proses pembelajaran

Untuk menentukan pendekatan, strategi dan teknik apa yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, hendaknya pengembang kurikulum memperhatikan hal-hal berikut ini :

a)      Apakah strategi/metode/teknik yang akan digunakan dalam proses pembelajaran cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran?

b)      Apakah strategi/metode/teknik tersebut menunujukan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa?

c)      Apakah strategi/metode/teknik tersebut dapat memberikan uturan kegiatan yang beringkat-tingakat?

d)     Apakah strategi/metode/teknik tersebut dapat menunjukkan berbagai kegiatan siswa untuk mencapai tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik?

e)      Apakah strategi/metode/teknik tersebutberorientasi kepada siswa, atau berorientasi kepada guru, atau keduanya?

f)       Apakah strategi/metode/teknik tersebut dapat mendorong berkembangnya kemampuan baru?

g)      Apakah strategi/metode/teknik tersebut dapat menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah, juga mendorong penggunaan sumber belajar (learning resources) yang ada di rumah dan masyarakat?

h)      Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekakankan “learning by seeing and knowing”.

  1. Prinsip berkenaan dengan media dan alat bantu pembelajaran

Beberapa prinsip yang busa dijadikan pegangan untuk memilih dan menggunakn media dan alat bantu pembelajaran :

a)      Media atau alat bantu apa yang diperlukan dalam proses pembelajaran? apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada, apakah ada penggantinya?

b)      Kalau ada yang harus dibuat, hendaknya memerhatikan bagaimana membuatnya, sipa yang membuat, pembiayaanya, serta waktu pembuatannya?

c)      Bagaimana pengorganisasian media dn alt bantu pembelajaran, apakah dalam bentuk modul, paket belajar atau ada bentuk lain?

d)     Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran?

e)      Hasil yang terbaik akan diperoleh degan menggunakan multi media.

  1. Prinsip yang berkenaan dengan evaluasi

Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran.  Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam fse perencanaan evaluasi yaitu:

a)      Bagaimanakah karakteristik kelas, usia, tingkat kemampuan kelompok yang akan dinilai?

b)      Berapa lama waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan evaluasi?

c)      Teknik evaluasi apa yang akan digunakan? Tes, nontes atau keduanya

d)     Jika teknik tes, berapa banyak butir soal yang perlu disusun?

e)      Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau murid?

Dalam pengembangan alat evaluasi, sebaiknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

a)      Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

b)      Uraikan ke dalam bentuk tingkah laku murid yang dapat diamati dan diurkur.

c)      Hubungkan dengan bahan pembelajaran.

d)     Tukliskan butir-butir soal atau tugas.

Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengolaan hasil penilaian:

a)      Norma penilaian apa yang akan digunakan dalam pengelolaan hasil tes?

b)      Apakah akan digunakan rumus atau formula guessing?

c)      Bagaimana mengubah skor mentah (raw score) ke dalam skor masak?

d)     Skor standar apa yang akan digunakan?

e)      Untuk apakah hasil tes digunakan?

f)       Bagaimana menyusun laporan hasil evaluasi?

g)      Laporan hasil evaluasi ditujukan kepada siapa saja?

Demikian uraian tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang lazim digunakan. Selain itu penting untuk diketahui, dalam literatur tentang kurikulum masih banyak para ahli yang mengajukan dan membahs tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.  Adapun yang dijadikan rujukan dalam tulisan ini hanya beberapa saja.  Meskipun demikian, untuk pengetahuan awal atu penghantar dan untuk kepentingan praktis dinilai cukup memadai.

B. Struktur Program Kurikulum dan Implikasinya Dalam Kegiatan Administrasi Pendidikan.

Pengertian Administrasi

Secara harfiah administrasi berasal dari bahasa latin, yang terdiri dari kata ad dan ministrare yang berarti membantu, melayani atau mengarahkan. Dalam bahasa Inggris disebut administration (Nawawi dalam Ahmad Sabri, 2000). Dalam kamus besar bahasa Indonesia (2008:13) dijelaskan bahwa, administrasi adalah 1. Segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber secara efektif dan efisien., 2. Kegiatan-kegiatan yang berupa kerangka kerja dari kebijakan yang dikeluarkan oleh manajer; tata usaha.

Jadi kata administrasi dapat diartikan sebagai segala usaha bersama untuk membantu, melayani dan mengarahkan semua kegiatan, dalam mencapai suatu tujuan.

Kegiatan Administrasi Kurikulum

Gunawan (1996:80) menjelaskan bahwa, secara operasional kegiatan administrasi kurikulum dapat di identifikasikan menjadi tiga kegiatan pokok yakni; 1. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru atau pendidik, 2. Kegiatan yang berhubungan dengan peserta didik, dan 3. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sivitas akademika atau warga sekolah. Disamping itu Sabri (2000) menambahkan kegiatan lain yang menyangkut administrasi kurikulum yakni; kegiatan yang menyangkut proses belajar mengajar (PBM), karena kegiatan ini erat kaitannya dengan ketiga kegiatan pokok di atas. Untuk lebih memahami apa dan bagaimana sebenarnya kegiatan administrasi itu, dapat dilihat dari uraian dibawah ini.

Komponen Materi (Isi dan Struktur Program)

Isi Kurikulum

Sebagai mana kurikulum 1975 maka untuk kurikulum SPG yang berlaku saat berisi :

(1)     Pokok-pokok bahasan adalah merupakan perincian bidang pengajaran untuk dijadikab bahan pelajaran bagi para. siswa agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan

(2)     Bahan pengajaran adalah mutan penyampaian pokok bahasan tersebut dari yang satu ke tahun pelajaran yang berikutnya, dari semester yang satu ke semester yang berikutnya

(3)     Sumber bahan yaitu bempa resources dimana proses belajar mengajar memperoleh sejumlah pengalaman belajar. Sumber ini dapat berupa tempat (museum, kantor, stasiun dan sebagainya), orang ( camat, kep. Desa, petani, sopir dan sebagainya), atau barang cetakan (buku, majalah, surat kabar, brosur dan sebagainya.)

(4)     Garis-garis besar program pengajaran (GBPP), adalah merupakan penjelasan terperinci dari setiap bidang pengajaran yang telah ditentukan pembagian dan penyebaran waktunya dalam seminggu, catur wulan, semester seperti yang diatur dalam struktur program kurikulum, dalam GBPP berisi:

(a)    Tujuan kurikululer

(b)   Tujuan instruksional

(c)    Pokok babasan/sub pokok bahasan

(d)   Bahan pengajaran

(e)    Sumber bahan.

Sruktur Program

Untuk struktur program ini jelasnya dapat dilihat pada lampiran. Program pendidikan (di SPG)

Program Pendidikan di SPG terdiri dari :

  1. Pendidikan untum meliputi pendidikan Agama, Pendidikan Moral Pancasila, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, o1ah Raga dan Kesehatan.
  2. Pendidikan Keguruan meliputi ilmu keguruan dan praktek keguruan.
  3. Pergajaran di SD/pendidikan spesialisasi/pembangunan meliputi IPS, Matematika, Pendidikan Kesenian, Pendidikan Keterampilan.

 Koomponen Organisasi dan Strategi

Disamping tujuan dan isi, setiap kurikulum mengandung unsur organisasi dan strategi.

1. Organisasi

Struktur (susunan) program suatu kurikulum mengenai apa yang disebut struktur horizontal dan struktur vertikal.

  1. Struktur Horizontal

Struktur horizontal suatut kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum im diorganisasikan dalam bentuk :

  1. Mata-mata pelajaran secara terpisah (subjec centered) misalnya : Biologi, Fisika, Sejarah, Ilmu bumi dan sebagainya.
  2. Kelompok-kelompok mata pelajaran yang kita sebut bidang studi (broadfield) misalnya IPS, IPA. Kesenian, Matematika dan sebagainya.
  3. Kesatuan program tanpa mengenai mata pelajam maupun bidang studi (integrated program).

Selanjutnya, dalam struktur horizontal tercakup pula jenis-jenis program yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut, misalnya program pendidikan unnum, program pendidikan keguruan, program spesialisasi dan sebagainya.

  1. Struktur Vertikal

Struktur vertikal suatu kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum tersebut dilaksanakan melalui :

  1. Sistem kelas misalnya kelas l, II, III dan seterusnya dimana kenaikan kelas diadakan disetiap tahun secara serempak.
  2. Program tanpa kelas, dimana perpindahan dui suatu tingkat program ke tingkat program berikutnya dapat dilakukan setiap waktu tampa harus menunggu teman-teman yang lain.
  3. Kombinasi antara sistem A dan B.

Selanjumya, dalam struktur vertikal ini tercakup pula sistom unit waktu yang digunakan, misalnya apakah sistem semester atau catur wulan.

Akhirnya struktur program ini menyangkut pula masalah penjadwalan dan pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi, isi kurikulum pada setiap tingkat atau kelas.

2. Strategi

Strategi pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang ditempuh didalam melaksanakan pengajaran, dan didalam mengadakan penilaian, cara didalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan dan cara dalam mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan.

Cara dalam melaksanakan pengajaran mencakup baik cara yang berlaku secara umum maupun cata dalam menyajikan setiap bidang studi, termasuk cara (metode) mengajar dan pelajaran yang digunakan.

Komponen metode ini menyangkut komponen metode atau upaya apa saja yang dipakai agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Dalam hal ini tentu saja metode yang dipergunakan hendaknya relevan terhadap tujuan yang ditetapkan sebelumnnya, dengan mempertimbangkan kemampuan guru, lingkungan anak serta sarana pendidikan yang ada. Dalam pelaksanaannya tidak ada satu metode yang baik untuk segala tujuan, atau dengan kata lain kita harus memperhatikan tujuan dan situasi, karena suatu metode cocok untuk mencapai suam tujuan akan tetapi belum tentu cocok untuk mencapai suatu tujuan yang lain. Untuk itu guru harus mengetahm kapan ia harus menggunakan metode mengingat sifat-sifat polivalent dan polipragmatis dari suatu metode.

Dengan polipragmatis dimaksud adalah penggunaan satu metode untuk mencapai tujuan lebih dari satu tujuan; sedang polivalent adalah penggunaan lebih dari satu metode untuk mencapai satu tujuan. Dalam penympaian seperti kurikulum yang berIalw niisalnya (kurikulum 1975) kurikulum SPH juga menggunakan pendekatan PPSI yang dikembangkan melalui satuan pelajaran dan modul. Dengan metode ini proses pengajaran (belajar-mengajar) dipandang sebagai suaw sistem. Adapun macam-macam metode dapatlah kita kemukakan sebagai contoh metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, eksperimen, pemberian tugas, karyawisata, sosiodrama, bermain peranan, kerja kelompok diskusi, simposium, seminar dan sebagainya.

Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru (SPG) meliputi

  1. Sarana personal yang terdiri dari:
    1. Sarana material yang terdiri dari:
    1. Guru
    2. Tenaga edukatif yang tidak mengajw seperti konselon
    3. Tenaga teknis non edukatif misaInya tenaga tata usaha.

1)     Bahan instruksional dalam bentuk bahan instruksional, teksbook, alat atau media pendidikan, sumber yang menyediakan bahan instruksional atau pengalaman belajar dan sebagainya.

2)     Sarana fisik yang terdin dari gedung sekolah, kantor, laboratorium, lapangan batsman sekolah dan sebagainya.

3)     Biaya operasional yaitu tersedianya biaya dan dana untuk penyelengguaan pendidikan.

  1. Sarana Kepemimpinan

Sarana kepemimpinam ini akan memberi dukungan dan pengamanan pelaksanaan, serta member! bimbingan. penggunaan dan menyempurnakan program pendidikan.

  1. Sarana Administrasi

Pendidikan administratif disini dapat disebutKan sebagai

–          Pedoman Khusus Bidang Pengajaran

–          Pedoman Penyusunan Sawn Pelajaran

–          Pedoman Praktek Keguruan

–          Pedoman Bimbingan Siswa

–          Pedoman Administrasi Dan Supervisi

  1. Komponen Evalusasi

Pendidikan adalah sebagian dari keperluan manusia. Sekolahpun mempalari keperluan dari masyarakat. Untuk itu maka sekolah termasuk juga didalamnya termasuk juga harus peka terhadap perubahan-pembahan yang terjadi di masyuakat. Oleh karena itu kurikulum sebagai bahan konsumsi dari anal didik dm sekaligus juga konsumsi bagi masywakat juga harus dinilai terus menems serta menyclums terhadap bahan atau program pengajuan. Disamping itu penilaian terhadap kurikulum dimaksudkan juga sebagai feedback terhadap tujuan, materi metode dan sarana dalam rangka membina dan memperkembangkan kurikulum lebih lanjut. Sedangkan penilaian dapat dilakukan oleh semua pihak baik dari kalangan masyarakat luas maupun dari kalangan petugas-petugas pendidik

IMPLEMENTASI
Implementasi sering kurang diperhatikan oleh ahli-ahli teori
kurikulum. Implementasi dihubungkan dengan pengajaran, dan melupakan
dampak multi dimensional dan perubahan yang kompleks. Fullan, 1982
(dalam Achasius Kaber. 1988) menyatakan kurikulum dapat mengalami
perubahan dalam tiga tingkat :
1)   Bahan : menggunakan alat pelajaran baru, bahan yang direvisi atau teknologi pendidikan.
2) Strategi pendekatan mengajar : praktek, kegiatan strategi yang baru oleh guru.
3) Keyakinan atau pandangan : asumsi-asumsi, teori baru sesuai
dengan pengembangan masyarakat, politik dan sebaganya.
Perubahan menyangkut pola proses, individu yang dilibatkan, peranan
baru, adaptasi, fasilitas, nilai etik, dan tanggung jawab profesional.
Tujuan implementasi tidak hanya melaksanakan sesuatu yang baru tetapi
mengembangkan kemampuan sekolah, sistem sekolah, perkembangan individu
untuk mampu memproses inovasi dan revisi.
Implementasi yang efektif sukar terjadi karena implementasi
berlangsung dalam lingkungan yang kompleks, sistem sekolah, pola
struktur yang telah dikembangkan sebelumnya. Implementasi merupakan
suatu proses bukan produk, menyangkut kerjasama berbagai pengalaman,
dan rasa ikut mengambil bagian. Ini berarti adanya interaksi antara
pembina kurikulum dari guru, yang menuju adaptasi bersama.
Implementasi pada dasarnya tergantung dari pengembangan profesional,
penataran-penataran program baru, tidak cukup dalam waktu yang singkat
dan tanpa tindak lanjut.

BAB III

KESIMPULAN

Prinsip adalah sesuatu yang sifatnya sangat penting dan mendasar
terlahir dari dan menjadi suatu kepercayaan. prinsip-prinsip
pengembangan kurikulum menunjuk pada pengertian tentang berbagai hal
yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang
terkait dengan pengembangan kurikulum, terutama dalam faseperencanaan
kurikulum (curriculum planning), yang pada dasarnnya prinsip-prinsip
tersebut merupakan ciri dari hakikat lurikulum itu sendiri.
Setidaknya ada empat sumber prinsip pengembangan kurikulum, yaitu :
data empiris (empirical data), data eksperimen (experiment data),
cerita /legenda yang hidup di masyarakat (folklore of curriculum), dan
akal sehat (common sense). Data empiris dan data eksperimen merupakan
data yang dianggap paling terpecaya dibanding legenda dan pertimbangan
akal sehat. Sesuai dengan sumber datanya, maka prinsip-prinsip
pengembangan kurikulum itu bisa diklasifikasikan menjadi tiga tipe
prinsip yaitu anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh (whole truth),
anggapan kebenaran parsial (partial truth), dan anggapan kebenaran
yang masih memerlukan pembuktian (hypothesis). Prinsip-prinsip
pengembangan kurikulum bisa dibedakan  dua kategori yaitu prinsip umum
dan prinsip khusus. Prinsip umum biasanya digunakan hampir dalam
setiap pengembangan kurikulum dimanapun. Prinsip umum pengembangan
kurikulum meliputi prinsip relevansi, fleksibel, kontinyuitas, praktis, atau efisien dan efektifitas. Prinsip khusus artinya prinsip yang hanya berlaku di tempat tertentu dan situasi tertentu. Prinsip khusus ini juga merujuk  pada
prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan komponen-komponen
kurikulum secara tersendiri, misalnya prinsip yang digunakan untuk
mengembangkan komponen tujuan, prinsip untuk mengembangkan komponen
isi kurikulum, prinsip-prinsip untuk mengembangkan media dan alat,
serta prinsip untuk menentukan penilaian. Dimana prinsip pengembangan
satu komponen dengan komponen lainnya akan berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

  • Deekape.2011.”Prinsip Pengembangan Kurikulum” (online), (http://dheekape.blogspot.com/2011/11/prinsip-pengembangan-kurikulum.html, diakses pada tanggal 9 Januari 2012)
  • Wandi,Gusri. 2011. “Administrasi Kurikulum” (online), (file:///D:/TUGAS/semester%203/DASAR2%20KURIKULUM/admini strasi-kurikulum.html, diakses pada tanggal 10 Januari 2012)
  • Eno,Enonk. 2011. “Administrasi Kurikulum” (online), (file:///D:/TUGAS/semester%203/DASAR2%20KURIKULUM/Admini strasi%20Kurikulum.htm, diakses pada tanggal 10 Januari 2012)
  • Badarudin.2011. “ Komponen-komponen Kurikulum” (online), file:///D:/TUGAS/semester%203/DASAR2%20KURIKULUM/Komponen-Komponen%20Kurikulum%20%C2%AB%20Badarudin,%20S.Pd.%20_%20PGSD%20FKIP%20UM%20Purwokerto.htm , diakses pada tanggal 10 Januari 2012)
  • Ruhimat,Toto,dkk. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: